Sanaa, LiputanIslam.com –  Petinggi kelompok pejuang Ansarullah (Houthi), Mahdi Al-Mushat selaku Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman mengumumkan penghentian serangan drone dan rudalnya ke wilayah Arab Saudi.

“Kami berharap kepada Riyadh agar merespon inisiatif ini dengan lebih baik darinya. Jika Saudi tidak meresponnya dan masih mengulangi pemboman maka kami berhak membalas. Kami menantikan pengumuman serupa untuk penghentian segala bentuk serangan udara ke wilayah kami,” ungkap Al-Mushat dalam sebuah statemen yang ditayangkan oleh saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah, Jumat malam (20/9/2019).

Baca: Nasrallah: Insiden Aramco Buktikan Minyak Lebih Mahal daripada Darah!

Dalam statemen yang disampaikan berkenaan dengan peringatan tahun ke-5 untuk apa yang disebutnya “Revolusi September”, yaitu revolusi yang membuat Ansarullah menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, itu Al-Mushat menambahkan, “Mendekati masa lima tahun agresi keji (pasukan koalisi yang dipimpin Saudi) dengan segala fasilitasnya yang besar, lihatlah kami sekarang justru bertekad, tetap melangkah dengan kehendaknya, lebih solid, dan semakin maju di segala bidang.”

Menurutnya, pasukan revolusi Yaman mengalami kemajuan yang mencengangkan di front pertempuran, semakin terampil, dan dapat membentuk pasukan cadangan yang hebat.

Baca: Bagi AS, Minyak Arab Lebih Penting dari Darah Orang Arab

“Kami merasa bangga atas membesarnya kekuatan di bidang industri militer dan apa yang masih akan masih terungkap di masa mendatang berupa kemajuan besar di bidang pertahanan udara dan rudal,” lanjutnya.

Dia kemudian menyerukan kepada masyarakat dunia agar berusaha menghentikan agresi dan serangan Saudi yang sudah terbukti membabi buta terhadap bangsa Yaman. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*