Sanaa, LiputanIslam.com –  Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman Mahdi al-Mashat menyatakan pihaknya siap mengadakan perundingan serius untuk menghentikan perang secara total di negara ini.

“Kami di Yaman dan kawasan telah menunjukkan bahwa kami adalah umat yang satu dan terpadu, dan selagi persyaratan kami tidak direspon maka tidak akan ada stabilitas,” ujar al-Mashat, kepala pemerintahan yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, Jumat malam (29/11/2019).

Dia menambahkan, “Revisi menyeluruh atas semua kekeliruan dan konsisten kepada penjagaan kehormatan Yaman merupakan salah satu persyarataan utama stabilitas di kawasan.”

Dia mengingatkan, “Berlanjutnya perang dan blokade terhadap Yaman membuat kawasan secara umum mengarah kepada bahaya besar yang sulit ditanggung.”

Dia melanjutkan, “Kami mengapresiasi hasil-hasil terbaru proses gencatan senjata, dan menyambut baik rencana yang mengarah pada pembebasan orang-orang kami yang ditawan… Kami juga menyambut baik setiap perundingan serius yang menjurus pada penghentian perang dan pengrusakan, pencabutan blokade, dan diakhirnya keberadaan militer asing di negeri kami.”

Baca: Pasukan Yaman Tembak Jatuh Helikoper Apache Arab Saudi

Menteri Luar Negeri Oman Senin lalu menyatakan bahwa sebagaimana Ansarullah, Arab Saudi juga serius mengenai perundingan untuk mengakhiri konfrontasi di Yaman.

Kantor berita Turki, Anatolia, belum lama ini mengutip keterangan narasumber yang mengetahui masalah ini bahwa Oman sedang mempersiapkan pendahuluan untuk pertemuan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman dengan delegasi Ansarullah yang akan dipimpin oleh Mohammad Abdul Salam.

Baca: Peringatkan Agresor, Yaman: Kami Punya Senjata Strategis Preventif

Menurut sumber itu, Oman sedang mengupayakan penandatanganan perjanjian antara Saudi dan Ansarullah, dan upaya Oman ini dilakukan sekaligus demi mendekatkan pandangan Iran dengan Saudi dan Uni Emirat Arab mengenai Yaman.

Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi Kolonel Turki al-Maliki Selasa lalu menyatakan pihaknya memutuskan untuk membebaskan 200 tawanan Ansarullah demi penerapan perjanjian yang telah dicapai di Stockholm, Swedia.  (mm/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*