Washington,LiputanIslam.com-Mantan menlu AS dalam sebuah pidato meminta dua partai utama negaranya untuk menyingkirkan perselisihan.

Dilansir oleh Reuters, Rex Tillerson dalam acara penggalangan dana untuk lembaga seni Houston meminta para politisi AS berdialog “secara rasional dan beradab.”

Tillerson menyerupakan situasi AS saat ini dengan masa Perang Saudara yang berlangsung antara tahun 1861-1865.

Baca: AS Harus Belajar Menghormati Bangsa Iran

Meski demikian, dia tidak menyinggung langsung masalah interpelasi Donald Trump. Dia hanya mengatakan,”Saya mengkhawatirkan negara kita. Kedua partai harus saling bekerjasama.”

Tillerson dipecat dari jabatan menlu pada tahun 2018 oleh Trump melalui cuitan di Twitter. Dia mendeskripsikan Trump sebagai presiden ceroboh yang tidak suka membaca.

Beberapa waktu lalu, seseorang-yang disebut-sebut sebagai perwira CIA-membongkar perbincangan telepon Trump dengan presiden Ukraina. Trump dituding menggunakan fasilitas negara dan meminta pihak asing untuk terlibat dalam masalah internal AS.

Nancy Pelosi (ketua majelis perwakilan AS) pada 25 September lalu secara resmi mengumumkan penyelidikan untuk interpelasi Trump. Hingga kini sejumlah pejabat dan diplomat AS serta Ukraina, baik mantan atau saat ini, telah bersaksi terkait masalah ini. Kendati begitu, pemerintah AS menolak untuk bekerjasama. Gedung Putih beralasan, penyelidikan ini tidak melalui cara pemungutan suara. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*