AS Harus Belajar Menghormati Bangsa Iran

0
81

Teheran,LiputanIslam.com-Jubir kemenlu AS pada hari Jumat (1/11) menyebut soal penambahan sanksi atas Iran. Morgan Ortagus dalam akun Twitter-nya menulis:”AS akan menambah tekanan atas Iran dengan menargetkan sektor konstruksinya. Sektor konstruksi Iran dikendalikan oleh IRGC, yang merupakan organisasi teroris. Siapa pun yang menjual, menyediakan, atau mengirim barang untuk sektor konstruksi Iran, akan dijatuhi sanksi.”

Cuitan ini pun dibalas oleh jubir kemenlu Iran. Abbas Mousavi menulis:”Tekanan maksimum kalian akan dinetralisir dengan kesabaran maksimum, perencanaan, dan harapan kami. Kami akan melewati tahap ini dengan kepala tegak, sama seperti 4 dekade terakhir, sampai kalian belajar untuk bicara santun kepada rakyat Iran.”

Baca: Menlu Rusia Sebut Al-Baghdadi Buatan AS

Kemenlu AS mengumumkan, Mike Pompeo telah mengambil 2 keputusan untuk memberlakukan sanksi baru atas Iran. Pertama, menyebut sektor konstruksi Iran sebagai sektor yang dikendalikan IRGC, baik langsung atau tidak langsung. Kedua, mengenalkan “4 pasal strategis” yang akan digunakan terkait program nuklir, militer, atau rudal Iran.

Merespon kabar ini, Mohammad Javad Zarif (menlu Iran) mencuit:”Ditargetkannya para pekerja sektor konstruksi Iran oleh teroris ekonomi hanya menunjukkan bahwa kebijakan ‘tekanan maksimum’ telah gagal total.”

“AS bisa saja menjatuhkan sanksi atas pria, wanita, atau anak mana pun. Tapi AS tidak akan bisa menundukkan orang-orang Iran dengan kezalimannya. Alih-alih menggali sumur lebih dalam, seharusnya AS mengesampingkan kebijakan-kebijakan gagalnya dan kembali ke JCPOA,”tandas Zarif. (af/alalam/fars)

DISKUSI: