Baghdad, LiputanIslam.com – Jubir pemerintah Irak Ali Rubaiee menyatakan bahwa terbunuhnya pemimpin kelompok teroris ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi, seperti diklaim AS, tidak berarti bahwa jaringan teroris beraliran Wahhabi/Salafi ini berakhir.

“Keterbunuhan Al-Baghdadi merupakan berakhirnya sebuah simbol terorisme perusak, dan meruntuhkan faham kematian dalam jalinan komunitas-komunitas kemanusiaan dan penghancuran citra Islam di mata khalayak dunia,” ungkap Rubaiee, Ahad (27/10/2019).

Dia menambahkan, “Fondasi ISIS tidak akan terhancurkan oleh bom dan artileri. Terorisme akan terus tumbuh dan menyebar. Penyebaran dilakukan dengan menggunakan petrodollar regional dan manifestasi-manifestasi paham takfiri. Dua sumber inilah yang harus dikeringkan.”

Baca: Juru Foto Obama Sangsi Trump Awasi Pembunuhan Baghdadi

Rubaiee kemudian menyinggung peranan Iran sebagai negara “terdepan dalam perang melawan terorisme dengan menyodorkan prakarsa dunia minus kekerasan dan pemberantasan radikalisme di level internasional, yang notabene bagian dari koridor pemberantasan ISIS dan seruan kepada mekanisme diplomasi.”

Jubir pemerintah Irak menilai terorisme di Timteng merupakan hasil kebijakan-kebijakan militer AS,  penjarahan minyak, dan dukungannya kepada diktatorisme.

Dia menjelaskan, “AS berusaha menimbun wacana peradaban, dan membuat asumsi bahwa serangan militer dan sanksi-sanksi zalim sebagai bagian dari perang melawan terorisme. Padahal terorisme di Timteng dan Afrika Utara merupakan hasil kebijakan militer AS serta tindakannya menjarah minyak dan menyokong diktatorisme.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*