Madrid,LiputanIslam.com-Dilansir oleh kantor berita Sputnik, polisi Gibraltar pada Sabtu dini hari (13/7) mengumumkan, semua 4 kru kapal tanker Iran telah dibebaskan dengan jaminan.

Sebelum ini, dua opsir kapal tanker yang membawa minyak Iran itu ditahan polisi Gibraltar pada Jumat sore (12/7), setelah sebelumnya nakhoda dan seorang kru kapal ditangkap pada hari sebelumnya (Kamis 11/7).

Baca: Iran Desak Inggris Tidak Melakukan “Permainan Berbahaya”

Pemerintah setempat Gibraltar pada Kamis lalu mengumumkan, angkatan laut Inggris telah menahan kapal tanker Grace-1 yang membawa minyak mentah Iran menuju Suriah. Kapal tanker itu diklaim menuju ke penyulingan minyak Baniyas, Suriah. Dengan demikian, AL Inggris mengklaim bahwa kapal itu melanggar sanksi-sanksi Uni Eropa atas Suriah. Kawasan berada di bawah kekuasaan Inggris dan AL negara itu terlibat dalam penahanan Grace-1.

Pemerintah setempat pada Jumat kemarin menyatakan, penahanan tanker itu diperpanjang hingga 14 hari ke depan.

Menteri luar negeri Iran, Javad Zarif, merespon pedas kabar penahanan tanker itu melalui akun Twitter-nya.

“Iran bukan anggota Uni Eropa dan tidak tercakup sanksi minyak apa pun dari Eropa. Terakhir kali saya cek, Uni Eropa menentang ide extraterritoriality. Penahanan kapal tanker yang membawa minyak Iran oleh Inggris untuk mewakili Tim B ini adalah pembajakan kapal. Ini sebuah preseden berbahaya yang mesti diakhiri sekarang juga,”cuit Zarif. (af/alalam)

Baca Juga:

Nasrallah: Saya Akan Shalat di Masjid Al-Aqsa

IRGC Sebut AS dan Inggris akan Menyesal Menahan Kapal Tanker Iran

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*