Baghdad,LiputanIslam.com-Juru bicara kemenhan Irak pada Kamis malam (24/10) merilis statemen terkait kehadiran pasukan AS di wilayah negara tersebut.

Yahya Rasul menyatakan, pemerintah Irak tidak mengizinkan pasukan AS menetap lebih dari satu bulan.

Kepada situs berita al-Maalumah, Rasul berkata bahwa pasukan AS yang keluar dari Suriah kini berada di kawasan Kurdi Irak.

Dia menegaskan, pasukan AS harus angkat kaki dari Irak sesuai jadwal yang telah ditentukan pemerintah Baghdad. Rasul juga menyatakan bahwa pasukan AS memasuki Irak dari Suriah atas izin Baghdad.

Baca: Media AS: Iran Menang dalam Penentuan Masa Depan Timteng

Baru-baru ini, Hunain Qadw (wakil koalisi al-Fath di parlemen) mengabarkan, 500 serdadu AS telah memasuki wilayah Kurdi Irak di provinsi Naynawa.

Mark Esper (menhan AS) pekan ini bertemu dengan perdana menteri dan menhan Irak untuk membahas keberadaan militer AS di Negeri Seribu Satu Malam.

Beberapa jam sebelum bertemu Esper, PM Irak menyatakan bahwa negaranya tidak mengizinkan pasukan bertahan di wilayahnya.

Adi Abdulmahdi menegaskan, keberadaan pasukan asing di Irak harus melalui persetujuan pemerintah Baghdad. Dia menyatakan, Baghdad akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam hal ini di level internasional. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*