Sanaa,LiputanIslam.com-Dikutip dari al-Masirah, ketua komite urusan tawanan Yaman menyatakan, pemerintah tersingkir Yaman dan koalisi Saudi tidak mengizinkan Palang Merah Internasional menginspeksi penjara-penjara mereka. Padahal, hal ini adalah salah satu poin yang disepakati dalam perundingan terakhir di Oman.

“Kami menaati kesepakatan terbaru dan mengizinkan Palang Merah Internasional mengunjungi penjara-penjara kami. Namun pihak lain (koalisi Saudi) tetap bersikeras melarang inspeksi atas penjara-penjara mereka. PBB juga hanya bungkam dalam masalah ini,”cuit Abdul Qadir Murtadha dalam akun Twitter-nya.

Baca: Pemimpin Revolusi Iran Jelaskan Makna Pemusnahan Israel

Yahya Saree (juru bicara angkatan bersenjata Yaman) juga mengabarkan berlanjutnya agresi koalisi Saudi di perbatasan dan berbagai penjuru Yaman. Agresi ini dilakukan oleh para antek bayaran mereka untuk bisa merangsek ke dalam wilayah Yaman.

“Meski angkatan udara koalisi memberi dukungan dengan membombardir kawasan perbatasan belasan kali, pasukan agresor tetap gagal merangsek maju dan harus mendapat tamparan keras kami,”kata Saree.

Menurutnya, jet-jet koalisi menyerang kawasan al-Lihya di provinsi Hudaydah. Yang menjadi target serangan adalah rumah dan properti warga, dan ini merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dan perjanjian Swedia. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*