Damaskus,LiputanIslam.com-Wakil menlu Rusia merespon rencana AS untuk memperluas misi militernya di Suriah  dengan dalih menjaga ladang-ladang minyak. Sergey Vershinin menegaskan, hanya Damaskus yang berhak mengontrol ladang-ladang minyak di Suriah.

Dilansir oleh Sputnik, Vershinin mengutarakan penentangan Moskow atas rencana Washington tersebut. Dia juga menegaskan Rusia tak akan berkompromi dengan AS terkait masalah ini.

“Tanah Suriah adalah aset nasional semua warganya. Rusia berkeyakinan bahwa orang-orang Suriah yang harus memegang kendali atas sumber-sumber alamnya, termasuk minyak,”tandas Vershinin.

Baca: Ini Reaksi Eropa Usai Iran Umumkan Pemangkasan Komitmen Nuklir

Dia juga menegaskan, Rusia siap bekerjasama dengan pemerintah Suriah untuk menjaga penjara-penjara yang dihuni para tahanan ISIS.

Kantor berita Anadolu pada hari Selasa (5/11) melaporkan, tentara AS tengah membangun dua pangkalan baru di provinsi kaya minyak Deir az-Zour. Sebelum ini, Donald Trump mengumumkan pasukan AS akan menjaga ladang-ladang minyak Suriah agar “tidak dijarah ISIS.”

Pada akhir Oktober, kemenhan Rusia mengumumkan, korporasi-korporasi besar AS bekerjasama dengan kontraktor swasta militer dan di bawah perlindungan satuan khusus angkatan udara AS, tiap bulan mendapatkan lebih dari 30 juta dolar dari penyelundupan minyak Suriah.

Seiring misi Washington untuk “menjaga ladang minyak,” ratusan serdadu AS masih dipertahankan di Suriah. Ini jelas bertentangan dengan klaim Trump yang mengaku hendak menarik lebih dari 1000 serdadu AS dari Suriah. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*