Damaskus,LiputanIslam.com-Seorang perwira tinggi milisi Kurdi mengatakan, satu-satunya cara Tel Aviv membantu kelompoknya adalah dengan menekan Washington agar mempertahankan pasukannya di Suriah.

Dalam wawancara dengan Radio Israel, perwira yang enggan disebut namanya itu mengklaim, serangan Turki tak akan bisa mengusir milisi Kurdi dari utara Suriah. Dia juga menegaskan, meski telah ada kesepakatan gencatan senjata d Ra’s al-Ayn, namun Ankara tetap melanjutkan operasi militernya.

Baca: SDF Sebut 25 Orang Tewas Sejak Gencatan Senjata Diumumkan

Jurnalis Radio Israel tidak menjelaskan apakah wawancara ini dilakukan via telepon ataukah secara langsung dan bertatap muka dengan perwira tersebut. Radio Israel hanya mengabarkan, seiring dengan dilakukannya wawancara tersebut pada Minggu pagi (20/10), pertempuran masih terjadi di kawasan Ra’s al-Ayn dan Tal Abid.

Milisi Kurdi (SDF) telah meninggalkan Ra’s al-Ayn Minggu siang kemarin. Kota itu lalu diduduki oleh tentara Turki dan pasukan dukungan Ankara.

Perwira itu lalu menyatakan, kesepakatan gencatan senjata AS-Turki hanya menguntungkan Washington, tapi merugikan kelompok Kurdi.

Menurutnya, kesepakatan ini tidak bisa menjaga kepentingan AS untuk jangka panjang. Jika serangan Turki terus berlanjut, bukan hanya milisi Kurdi yang terancam bahaya, tapi juga semua kelompok minoritas di utara Suriah.

Para petinggi Rezim Zionis pun mengkhawatirkan ditariknya sebagian besar pasukan AS dari Suriah. Moshe Kahlon (menteri keuangan Israel) pada Kamis pekan lalu (17/10) menyatakan,”Keluarnya pasukan AS dari Suriah adalah keputusan buruk.” (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*