heli-621677Lattakia, LiputanIslam.com — Anggota dari regu Naval Infantry Rusia dilaporkan tewas, setelah helikopter Mi-8 melakukan pendaratan darurat. Kelompok teroris FSA yang beroperasi di barat laut Suriah menembak helikopter tersebut hingga terlihat api dan kepulan asap. Jenderal Sergei Rudskoy, Kepala Direktorat Operasional Angkatan Bersanjat Rusia menyatakan bahwa dua helikopter Mi-8 dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan dua pilot pesawat Su-24 Rusia yang ditembak jatuh oleh Turki.

Dalam operasi penyelamatan itulah, satu helikopter dihantam oleh senjata api, dan akibatnya harus melakukan pendaratan darurat di wilayah netral. (Baca: Jet Tempur Rusia Ditembak Turki, Awal Perang Dunia III?)

“Anggota pencari dan penyelamat itu dievakuasi, dan saat ini berada di pangkalan Hmeymim (provinsi Lattakia). Helikopter itu sendiri telah dihancurkan dengan menggunakan senjata api yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai teroris. Meski demikian, operasi pencarian masih tetap dilakukan oleh Rusia,” jelasnya.

Hal ini disinyalir akan semakin meningkatkan ketegangan antara Rusia dan Turki. (Baca: Erdogan Sebutkan NATO, Bagaimana Ketegasan Reaksi Putin?)

Kelompok FSA merilis sebuah video, yang menunjukkan salah satu anggota FSA tengah mengoperasikan senjata buatan Amerika Serikat (AS). Rudal anti-tank TOW tersebut lantas diarahkan kepada helikopter Rusia mendarat, hingga akhirnya terbakar dalam bola api yang besar. Menyaksikan helikopter tersebut terbakar, FSA pun mememikkan takbir. (ba)

Berikut videonya

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL