Sanaa,LiputanIslam.com-Ketua komite tawanan Yaman menyatakan, koalisi Saudi menghalang-halangi pemindahan jasad para serdadunya yang tewas di Najran.

“Ratusan jenazah pasukan musuh masih teronggok di lembah-lembah Najran. Pihak agresor tidak mengizinkan Palang Merah Dunia untuk mengumpulkan jasad-jasad tersebut,”kata Abdul Qadir Murtadha.

Pasukan Yaman pada hari Sabtu kemarin (28/9) melancarkan operasi militer bersandi “Nasr min Allah” Ipertolongan dari Allah). Dalam operasi itu, tentara Yaman sukses menewaskan serta melukai ribuan serdadu agresor.

Baca: Operasi Militer Sukses Besar, Yaman Tawan Ribuan Antek Koalisi Saudi

Dalam konferensi pers kemarin, Yahya Saree (jubir angkatan bersenjata Yaman) mengabarkan, ribuan serdadu, termasuk perwira militer, koalisi Saudi ditawan oleh pasukan Yaman.

Menurutnya, 3 brigade agresor telah dihancurkan dalam operasi tersebut. Sejumlah perangkat militer dan kendaraan baja koalisi juga jatuh ke tangan pasukan Yaman.

“Operasi pasukan Yaman di provinsi Najran masih berlanjut. Detail lebih rinci akan disampaikan dalam waktu dekat,”kata Saree.

Saudi dan UEA melancarkan agresi ke negara termiskin Arab itu sejak tahun 2015. Mengembalikan Mansour Hadi (presiden tersingkir Yaman) ke kekuasaannya diklaim sebagai tujuan agresi tersebut.

Akibat agresi biadab ini, hingga kini lebih dari seratus ribu warga Yaman tewas. Menurut laporan PBB, krisis kelaparan di Yaman telah berubah menjadi bencana kemanusiaan terbesar di dunia. (af/alalam)

Baca Juga:

Ansarullah Bantah Kabar Saudi Terapkan Senjata Terbatas di Yaman

Ansarullah Yaman Ancam Gempur Emirat

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*