Baghdad,LiputanIslam.com-Sekjen kelompok Ashaib Ahl al-Haq dalam sebuah wawancara mengutarakan pandangannya terkait perkembangan terbaru Irak dan gelombang unjuk rasa di negara tersebut.

Qais Khaz Ali mengatakan, sejumlah info tentang intervensi asing dan sebagian orang di dalam Irak sangat berbahaya.

“Saya meminta agar pengunjuk rasa melanjutkan aksi mereka. Tapi jangan biarkan para perusuh melakukan penghinaan (simbol-simbol suci) dan menyerang aparat keamanan,”kata Khaz Ali kepada stasiun televisi al-Iraqiya.

“Sebagian pengunjuk rasa membawa senjata, dan hal seperti ini tidak boleh terjadi dalam sebuah unjuk rasa damai,”imbuhnya.

Baca: Pemimpin Besar Iran Tegaskan Lagi Penolakan terhadap Perundingan dengan AS

Khaz Ali bicara soal konspirasi atas kelompok relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi. Menurutnya, ada sejumlah pihak politik internal yang berusaha melemparkan semua problem Irak ke pundak al-Hashd al-Shaabi.

“Ada upaya-upaya untuk membalas kelompok dan orang-orang yang memerangi ISIS. Dengan cara ini, mereka hendak melenyapkan titik kekuatan Irak,”jelasnya.

Dia menyatakan, kondisi Irak saat ini memang buruk. Namun tidak lebih buruk dari kondisi di masa lalu. Meminta jatah dalam pemerintahan, kata Khaz Ali, juga sudah ada di masa-sama sebelum ini.

Khaz Ali juga menyebut sejumlah negara kawasan yang berniat memperburuk situasi di negaranya.

“Peran Israel dalam kerusuhan Irak lebih kental daripada peran AS. Negara-negara di sekitar Teluk (Persia) juga bagian dari konspirasi atas Irak ini, dan peran UEA dalam hal ini lebih besar dari Saudi,”tandasnya.

Khaz Ali mengungkapkan, al-Hashd al-Shaabi sempat diminta untuk terlibat dalam menghadapi para pengunjuk rasa. Namun permintaan ini ditolak mentah-mentah, karena tujuannya adalah untuk menodai citra kelompok relawan ini di mata rakyat Irak. (af/fars)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*