Ankara,LiputanIslam.com-Presiden Turki dalam pidatonya di hari Jumat (8/11) menyatakan, kerusuhan yang terjadi di Irak bertujuan untuk memecah belah Dunia Islam.

“Siapa pihak-pihak yang berada di balik demo-demo ini? Kami punya beberapa dugaan. Menurut kami, (demo-demo) ini bisa saja merembet ke Iran. Tujuannya adalah menciptakan perpecahan di Dunia Islam dan perselisihan antara sesama Muslim. Bayangkan saja, dalam demo Irak ada sebagian yel-yel yang menyerang Turki,”kata Recep Tayyip Erdogan, seperti dilansir Middle East Eye.

Baca: Utusan Khusus PBB untuk Yaman Adakan Pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi 

Di bagian lain pidatonya, Erdogan bicara soal operasi militer Turki di utara Suriah, juga hubungan Ankara-Washington. Dia menegaskan, hanya statemen Donald Trump yang ia pedulikan, bukan pejabat pemerintahan AS lainnya.

“Saya mengutarakan pendapat berdasarkan ucapan Trump. Saya tidak peduli apa yang dikatakan para bawahannya,”ujar Erdogan.

Presiden Turki menegaskan, negaranya akan terus melanjutkan operasi militer atas “teroris SDF/YPG” sampai mereka meninggalkan kawasan.

Unjuk rasa di Irak dimulai sejak awal Oktober, namun sempat berhenti karena bertepatan dengan peringatan Hari Arbain. Massa kembali turun ke jalanan sejak 25 Oktober.

Menurut komite HAM parlemen Irak, hingga kini lebih dari 250 orang tewas selama unjuk rasa. Sebagian dari mereka terkena tembakan orang-orang tak dikenal. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*