Riyadh, LiputanIslam.com –  Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths mengadakan pertemuan  Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman dua hari setelah tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Yaman selatan.

Kelompok loyalis presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dan separatis selatan Selasa lalu menandatangani perjanjian pembagian kekuasaan yang disponsori Saudi untuk mengakhiri konflik mereka di Yaman selatan.

Kantor Griffiths, Jumat (8/11/2019),  menyebutkan bahwa “Griffith memberi ucapan selamat kepada Pangeran atas keberhasilannya dalam mediasi yang mengarah pada kesepakatan Riyadh.”

Disebutkan bahwa pertemuan antara keduanya berlangsung pada Kamis lalu dan keduanya menekankan pentingnya mengurangi kekerasan untuk mendorong proses menuju solusi politik yang komprehensif di Yaman.

Baca: Ansarullah Dikabarkan Mengadakan Pembicaraan Rahasia dengan Para Pejabat Saudi

Dalam beberapa bulan terakhir sering terjadi kontak senjata antara separatis selatan dan loyalis Hadi yang sedianya bersekutu sejak 2015 dalam perang melawan kelompok Ansarullah (Houthi). Hal ini praktis melemahkan aliansi pimpinan Saudi yang memerangi Ansarullah.

Baca: Saudi Umumkan Lima Tentaranya Tewas dalam Pertempuran di Jizan

Pertempuran antara separatis selatan dan loyalis Hadi menyebabkan separatis mengambil kendali atas Aden dan daerah lain pada bulan Agustus lalu. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*