Washington,LiputanIslam.com-Stasiun televisi CNN melaporkan, presiden AS dalam sepekan terakhir telah mengatakan kebohongan sebanyak 78 kali.

Berdasarkan daftar yang disusun CNN, Trump di pekan lalu telah merilis 24 klaim dusta tentang Robert Mueller (mantan penyelidik kasus klaim keterlibatan Rusia di pilpres AS 2016), 11 dusta terkait Tiongkok, 10 dusta tentang isu imigran dan pengungsi, dan 9 dusta seputar popularitas serta hasil-hasil yang diraihnya.

Selain menyusun daftar kebohongan Trump, CNN juga menyertakan bukti-bukti untuk membantah pernyataan-pernyataan yang disampaikannya. Sebagian dari daftar itu terkait dengan dusta presiden AS soal Iran.

Baca: Senator AS: Veto Trump Dibayar dengan Nyawa Orang-orang Tak Berdosa

Menurut CNN, pada 22 Juni lalu Trump mengatakan kepada Imran Khan (perdana menteri Pakistan, bahwa saat ini kondisi Iran kacau dan ada banyak demo di negara tersebut. Dia juga menyebut angka inflasi Iran mencapai 75 persen. Dengan bersandar pada data IMF, CNN menyatakan bahwa angka inflasi tertinggi di Iran hingga sekarang hanya mendekati 37 persen. Dengan demikian, jelas bahwa Trump melebih-lebihkan kondisi ekonomi Iran.

Terkait JCPOA, Trump mengklaim,”Kesepakatan yang ditandatangani Obama ini adalah bencana. Sebab hanya berjangka waktu pendek, tidak meliputi rudal-rudal balistik, dan situs-situs (militer) Iran juga tidak bisa dikunjungi. AS juga telah memberikan 150 milyar dolar, selain 1,8 milyar kontan, kepada Iran.”

CNN menyebutkan, AS tidak pernah memberi Iran 150 milyar dolar dari koceknya lantaran JCPOA. Itu hanyalah jumlah aset Iran yang akan dicairkan sesuai JCPOA. Padahal menurut sebagian pejabat pemerintahan Obama, aset Iran yang dicairkan tidak sampai ke angka tersebut.

Jack Lew (menteri keuangan AS di masa Obama) menyatakan, aset Iran yang dicairkan adalah 56 milyar dolar. Sedangkan situs PolitiFact memprediksi angka sebesar 60 milyar dolar. (af/yjc)

Baca Juga:

Cina Tuding AS Berada di Balik Kerusuhan Hong Kong

Pemerintah AS Akan Cabut Bantuan Pangan bagi 3 Juta Warganya

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*