Beirut,LiputanIslam.com-Seorang penulis dan analis ternama Lebanon berkeyakinan, Saudi tidak dalam level untuk menantang Iran, sebab mereka tidak bisa mengalahkan kelompok Houthi. Menurut Ali Hijazi, Muhammad bin Salman kalah melawan orang-orang Yaman yang miskin.

Dalam acara “al-Ittjah al-Muaakis” di stasiun televisi al-Jazeera, Hijazi memperkirakan, Saudi menderita kerugian sedikitnya 800 milyar dolar dalam perang Yaman.

“Cadangan saham Riyadh berkurang dari 787 milyar dolar di tahun 2014 menjadi 487 milyar dolar pada tahun 2017. Surplus perdagangan Saudi pada semester pertama 2019 juga berkurang 6,1 persen atau senilai 4 milyar dolar,”kata Hijazi.

Baca: Menlu Iran Tanggapi Ajakan Dialog  Saudi

Dia menambahkan, hutang Saudi selama invasi ke Yaman telah bertambah dari 91 ke 149 milyar dolar.

“Pengadilan-pengadilan Saudi telah memasukkan 500 kasus kebangkrutan korporasi-korporasi besar, termasuk 382 korporasi yang berpusat di Riyadh…Sejumlah besar pebisnis juga telah meninggalkan Saudi,”imbuhnya.

Di lain pihak, kata Hijazi, kelompok Houthi hanya menganggarkan beberapa ribu dolar untuk melawan koalisi Saudi.

Dia mengatakan, Saudi mengklaim bahwa tujuan utama koalisinya adalah menciptakan keamanan di Yaman. Namun sebenarnya Riyadh ingin mengambil alih kontrol pelabuhan dan pesisir Aden di selatan Yaman.

“Iran selalu dituduh ingin memecah belah Yaman. Namun ketika UEA menawarkan pembagian Yaman ke utara dan selatan, Iran justru meresponnya dengan mengajak Abu Dhabi untuk berdialog bersama kelompok Houthi,”tandas Hijazi. (af/fars)

Baca Juga:

Haley Kritik Keputusan Trump Menarik Tentara AS dari Suriah

Rai Al-Youm: Belajar Tidak Tunduk kepada AS dari Korut dan Iran

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*