London,LiputanIslam.com-Harian elektronik Rai al-Youm membahas mandeknya perundingan Korut-AS di Swedia. Harian transregional ini menulis,”Pyongyang telah menantang Donald Trump dan melawan keinginan AS. Demikian pula halnya dengan Teheran. Kini Teheran-lah yang memaksa AS untuk tunduk. Hal ini harus menjadi pelajaran bagi orang-orang Arab.”

“Korut telah menghentikan perundingan dengan AS di Swedia. Pyongyang menegaskan keputusannya ini dengan melakukan uji coba rudal balistik baru untuk menantang Trump. Namun apakah negara-negara Arab bisa mengambil pelajaran dari langkah Korut ini?”tulis Rai al-Youm dalam tajuk beritanya.

“Masalah yang dihadapi presiden AS semakin pelik dari hari ke hari. Selain proses interpelasi dan penyelidikan atas Trump, yang dikendalikan Nancy Pelosi “Si Wanita Besi Demokrat,” Korut juga telah menghentikan perundingan tentang program nuklirnya; perundingan yang berlangsung terakhir kali di Stockholm di bawah pengawasan para petinggi Swedia.”

Menurut Rai al-Youm, tindakan Korut kian memusingkan Trump, setelah pada Rabu pekan lalu (2/10) Pyongyang mengumumkan telah menguji coba sebuah rudal baru yang ditembakkan dari kapal selam. Hal ini bisa mendorong Trump untuk keluar dari kesepakatan-kesepakatan yang dijalin dengan Kim Jong-un di Singapura dan Vietnam beberapa waktu lalu.

Yang menarik, tulis Rai al-Youm, justru Korut-lah yang memberi peringatan kepada AS, bukan sebaliknya. Jubir kemenlu Korut mengumumkan, Pyongyang memberi waktu kepada AS hingga akhir tahun ini untuk memberikan penawaran yang bisa diterima guna menyelesaikan masalah antara dua negara. (af/yjc)

Baca Juga:

‘Iran Akan Gunakan Segala Kemungkinan untuk Mengekspor Minyak’

Iran: Keberadaan Bavar 373 Hentikan Penerbangan Pesawat U-2 AS

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*