London,LiputanIslam.com-Redaktur Rai al-Youm dalam kolomnya mengajukan pertanyaan kenapa PM Israel pada hari-hari terakhir ini hanya membisu, padahal dia selalu berkoar-koar untuk menghancurkan Iran.

“Di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS di Teluk Persia, bungkamnya Benyamin Netanyahu menunjukkan beratnya situasi yang sedang dihadapi rezimnya. Peran regional Israel sebagai pelindung sebagian negara-negara Arab kini telah tereduksi. Diamnya Netanyahu juga merefleksikan ketakutan Rezim Zionis, sebab dia tahu bahwa Israel adalah salah satu target utama dari pembalasan militer Iran atau sekutunya, seperti Hizbullah, Hamas, dan Jihad Islam,”tulis Abdel Bari Atwan.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Netanyahu adalah provokator paling fanatik terkait serangan atas Iran. Pidato-pidatonya di podium sidang umum PBB tak bisa dilupakan. Dengan memamerkan foto-foto dan sejumlah alat peraga, dia berusaha mengesankan bahwa Iran tengah memproduksi bom atom yang membahayakan kawasan. Dia berpendapat, dunia harus bersama Israel untuk menghancurkan semua fasilitas nuklir dan milter Iran agar ‘bahaya’ itu bisa segera diredam untuk selamanya.”

Menurut Atwan, Netanyahu paham bahwa Iran tak akan mengangkat bendera putih. Iran siap berperang dan punya kapabilitas untuk memberikan balasan tegas dan serius serta melancarkan pukulan telak kepada para musuhnya, terutama Israel. Sebab itu, Iran tak akan mau berunding, kecuali sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukannya dan perundingan itu tidak mencederai gudang senjata rudal dan program nuklir legalnya.

Redaktur Rai al-Youm menulis, PM Israel menyadari benar pesan di balik serangan rudal Yaman ke wilayah Saudi dan menara pengawas bandara Abha.

“Pesan itu menyatakan, bandara Tel Aviv, dalam perang mana pun yang akan datang, akan menjadi target serangan, baik oleh rudal Hizbullah dari utara Tanah Terjajah, atau rudal Palestina dari selatan. Ini akan menimbulkan guncangan mental yang bisa dikatakan belum pernah terjadi sejak dibentuknya Rezim Zionis 70 tahun lalu,”tandas Atwan. (af/alalam)

Baca:

Zarif Sebut UEA Berupaya Menjadi “Israel Kedua”

Mantan Direktur Mossad: Israel Sendirian di Hadapan Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*