Washington,LiputanIslam.com-AS secara tiba-tiba memindahkan pusat komando operasi udaranya dari Qatar ke South Carolina pada 28 September lalu.

Harian Washington Post dalam laporannya menyatakan, AS selama 13 tahun menggunakan pangkalan al-Udeid di Qatar tersebut. Pangkalan itu difungsikan untuk mengomandani jet-jet tempur, pesawat nirawak, dan perangkat udara lainnya di kawasan Timteng.

Baca:  Pasukan Iran Nyatakan Sudah Mengepung Israel dari Semua Arah

Namun, pada hari Sabtu 28 September lalu, saat 300 jet AS masih terbang di angkasa Suriah, Afghanistan, dan Teluk Persia, AS tiba-tiba mengosongkan al-Udeid. Komando udara lalu dilakukan dari pangkalan udara Shaw di South Carolina yang berjarak 7 ribu mil dari Timteng.

Menurut Washington Post, tindakan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan Iran, negara yang hanya berjarak ratusan mil dari al-Udeid. Keputusan ini juga dilatarbelakangi sejumlah insiden terbaru di Teluk Persia, termasuk ditembak jatuhnya nirawak AS oleh Iran dan serangan ke kilang minyak Aramco di Saudi.

Jenderal Chance Saltzman menyatakan, fungsi pusat komando ini sangat vital untuk operasi-operasi udara. Sebab itu, kata dia, AS tidak ingin ada gangguan terhadap pusat komando itu.

Terkait alasan pemindahan pusat komando ini, Frederick Coleman menjelaskan, Iran beberapa kali mengindikasikan akan menyerang pasukan AS dari berbagai posisi.

Mengutip dari para analis, Washington Post menyatakan, jika terjadi konflik senjata dengan Iran, besar kemungkinan bahwa pusat komanda gabungan al-Udeid akan menjadi target serangan, dan hanya ada sedikit jaminan tempat itu bisa dipertahankan oleh AS. (af/alalam)

Baca Juga:

Ini Dia Apa yang sedang Dikerjakan Iran di Bidang Alutsista

Ayatullah Khamenei: Iran Sekarang Bahkan Lebih Tangguh daripada 10 Tahun Silam

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*