London,LiputanIslam.com-Menlu Inggris dalam percakapannya dengan Mike Pompeo (menlu AS) menyatakan, London prihatin atas sikap Washington yang enggan mengekstradisi istri mata-mata AS yang dituduh menewaskan seorang warga Inggris.

Menurut jubir kemenlu Inggris, Dominic Raab meminta agar AS mengkaji ulang keputusannya. Boris Johnson (PM Inggris) berjanji, jika masalah ini tidak segera diselesaikan di tingkat kemenlu, dia pribadi akan langsung berbicara dengan Gedung Putih.

Baca: Powell: Kebijakan Luar Negeri Trump Memalukan

Menurut polisi Inggris, Anne Sacoolas (istri mata-mata AS yang namanya tidak diungkap) pada 27 Agustus lalu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan melawan arah lalu lintas sehingga menabrak Harry Dunn (19 thn).

Dunn yang mengendarai motor di jalur yang benar akhirnya meninggal dunia meski sempat dilarikan ke rumah sakit.

Awalnya dikabarkan bahwa Sacoolas tidak akan meninggalkan Inggris. Namun setelah Dunn meninggal, wanita itu pulang ke AS secara diam-diam. Warga Inggris marah karena menganggap Sacoolas menyalahgunakan kekebalan diplomatiknya.

“Menurut saya, menggunakan kekebalan diplomatik untuk tujuan seperti ini tidak dibenarkan. Saya berharap Anne Sacoolas segera kembali ke Inggris dan menjalani proses hukum,”kata Johnson kepada wartawan, Senin (7/10).

Meski demikian, jubir kemenlu AS menolak permintaan sekutu lamanya dan menyatakan, pencabutan kekebalan diplomatik sangat jarang terjadi.

“Kami tidak bisa berspekulasi tentang langkah pemerintah Inggris selanjutnya. Kami masih menjalin kontak dengan mereka, tapi kami tidak bisa bicara soal perbincangan diplomatik rahasia,”kata jubir kemenlu AS.

Pengacara Dunn menyebut klaim kemenlu AS tidak sesuai kenyataan. Dia mengusulkan agar legislator AS menemui keluarga Dunn dan menjelaskan alasan kaburnya Sacoolas.

Stasiun televisi Sky News melaporkan, pihaknya berusaha keras menghubungi Sacoolas, namun tidak mendapat respon. Dia bahkan telah memblokir akun medsosnya dan tidak berada di tempat tinggalnya di AS. (af/alalam)

Baca Juga:

Diduga Takut dengan Militer Yaman, Bin Salman Tunda Kunjungannya ke Najran

Presiden Irak Perintahkan Investigasi Penembakan ke Pendemo

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*