Sanaa,LiputanIslam.com-Martin Griffiths (utusan khusus PBB untuk urusan Yaman) tiba di Sanaa pada hari Minggu (24/11) kemarin. Rencananya, Griffiths akan menemui para pejabat Yaman, termasuk petinggi Ansharullah, dan membicarakan implementasi perjanjian Stockholm terkait Hudaydah.

Dikutip Anadolu dari sejumlah sumber, terdapat gesekan antara petinggi Ansharullah dan utusan PBB tersebut.

Menurut kantor berita Turki ini, Ansharullah kecewa dengan apresiasi Griffiths terhadap Muhammad bin Salman (putra mahkota Saudi) dalam sidang umum DK PBB, Jumat (22/11) lalu. Griffiths memuji Bin Salman atas apa yang dilakukannya “untuk mewujudkan perdamaian di Yaman.”

Baca: Kelaparan Ekstrem Renggut Nyawa Bayi di Yaman Setiap 10 Menit

Ansharullah juga tidak puas dengan laporan yang disampaikan Ursula Mueller (staf sekjen PBB untuk urusan kemanusiaan). Dalam laporannya kepada DK PBB tentang kondisi kemanusiaan di Yaman, Mueller menuding Ansharullah “merampas bantuan dan menghalangi-halangi dijalannya separuh dari program kemanusiaan di Yaman.”

Beberapa bulan lalu, Griffiths dalam kunjungan ke Sanaa bertemu dengan Abdul Malik al-Houthi (pemimpin Ansharullah), Mahdi al-Mashath (ketua dewan tinggi politik Yaman), dan sejumlah pejabat Yaman lainnya.

Dalam sidang umum Jumat lalu, Griffiths mengklaim bahwa serangan udara koalisi Saudi telah berkurang hingga 80 persen dalam dua pekan terakhir.

“Berkurangnya suara perang (di Yaman) adalah tanda akan visi perdamaian antara pihak-pihak yang terlibat konflik,”ujarnya.

Kuwait melalui wakilnya di PBB juga menyatakan siap menjadi tuan rumah untuk perundingan Yaman-Saudi guna mengakhiri krisis. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*