Baghdad,LiputanIslam.com-Seorang analis dan jurnalis Irak mengatakan, UEA telah memberikan uang 30 ribu dolar kepada para perusuh untuk membakar konsulat Iran di Najaf.

Hal ini disampaikan Hasan Salman pada Minggu malam (1/12) dalam sebuah acara politik di stasiun televisi al-Mayadeen.

Menurut Salman, kelompok-kelompok yang berafiliasi kepada Adnan al-Zarfi (mantan gubernur Najaf), juga kelompok-kelompok Yamani, Shirazi, dan Surkhi, terlibat dalam pembakaran konsulat Republik Islam Iran.

Baca: Suku-suku Irak Turun ke Jalan Hadapi Perusuh

“Orang yang menerima uang dari UEA mengambil sebagian untuk dirinya sendiri, kemudian membagikan sisanya di antara kelompok-kelompok yang membakar gedung konsulat Iran,”kata Salman.

Sejak dimulainya gelombang unjuk rasa di Irak pada awal Oktober lalu, nama UEA disebut-sebut sebagai salah satu negara Arab yang memprovokasi pengunjuk rasa, sehingga memicu aksi kekerasan selama berlangsungnya demo.

Sejumlah bukti dan dokumen aparat keamanan serta media (lokal atau regional) menunjukkan, provokasi-provokasi di media sosial untuk menyeret unjuk rasa menuju kekerasan dimanajemen dari UEA.

Beberapa waktu lalu, aparat keamanan Irak juga mengabarkan penangkapan sebuah tim intelijen UEA di Baghdad. Tim itu beranggotakan warga Lebanon dan Irak. Misi tim tersebut adalah memprovokasi para pemuda Irak untuk berkonfrontasi dengan aparat keamanan di Tahrir Square, Baghdad. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*