Baghdad,LiputanIslam.com-Setelah berlalunya dua bulan dari unjuk rasa Irak, yang secara bertahap berubah menjadi ajang kerusuhan, campur tangan penyusup, dan perusakan fasilitas umum, suku-suku Irak akhirnya turun ke jalanan.

Mereka turun ke jalanan demi menjaga keamanan dan menjaga para pengunjuk rasa damai dari para perusuh dan oknum penyusup.

Aksi suku-suku Irak adalah respon terhadap statemen ulama panutan Irak pada Jumat (29/11) pekan lalu. Ayatullah Ali Sistani meminta agar pengunjuk rasa damai menjauhkan para perusuh dari barisan dan mencegah terjadinya perang saudara.

Suku-suku di al-Nasiriyah turun ke jalanan sejak malam lalu untuk mencegah terjadinya kerusuhan yang lebih luas. Ibukota provinsi Dhi Qar ini dilanda demo paling keras di provinsi-provinsi bagian selatan dan tengah Irak.

Baca: Menlu Suriah: Amerika Berusaha Campuri Penyusunan Konstitusi Suriah

Suku-suku Dhi Qar datang ke jalanan dengan membawa serta anak-anak dan senjata mereka. Mereka menyuarakan dukungan terhadap statemen Ayatullah Sistani dan menyerukan slogan-slogan anti-AS.

Mereka memosisikan diri di gerbang-gerbang masuk al-Nasiriyah dan mencegah masuknya oknum-oknum perusak dan penyusup dari daerah lain.

Aksi suku-suku Dhi Qar lambat laun juga merembet ke provinsi-provinsi lain, termasuk Najaf. Sejak kemarin dan hari ini, situasi Irak relatif lebih kondusif.

Menurut kantor berita Baratsa, perkembangan dalam dua hari terakhir menunjukkan pengaruh ulama di antara pengunjuk rasa damai. Sebab, begitu ulama panutan meminta pengunduran diri perdana menteri, hal itu segera terjadi dalam tempo satu jam berikutnya.

Para pengamat berharap, dengan bergabungnya suku-suku ke barisan pengunjuk rasa di selatan dan tengah Irak, kekerasan di kawasan itu akan berkurang. Laporan-laporan dari seluruh provinsi Irak, termasuk Baghdad, juga menunjukkan situasi yang lebih tenang. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*