Sanaa,LiputanIslam.com-Juru bicara angkatan bersenjata Yaman pada hari Senin (16/9) memberi penjelasan terkait serangan nirawak ke kilang minyak Abqayq (Buqayq) dan Khurais.

Menurut Yahya Saree, serangan ke dua fasilitas minyak Aramco itu menggunakan nirawak-nirawak yang dilengkapi berbagai mesin, termasuk mesin biasa dan mesin jet.

Baca: Irak Tepis Isu Serangan Drone ke Aramco Berasal dari Negaranya

Saree lalu memberi peringatan kepada pekerja asing di fasilitas-fasilitas minyak yang telah ditargetkan tentara Yaman. Dia meminta mereka untuk meninggalkan tempat-tempat tersebut, karena tiap saat ada kemungkinan menjadi sasaran serangan lagi.

Ditujukan kepada Saudi, Saree menegaskan bahwa tentara Yaman sanggup menyerang titik mana saja kapan pun mereka menghendakinya. Sebab itu, Riyadh harus mengkaji ulang kalkulasi politiknya serta mengakhiri agresi atas Yaman.

Kemungkinan Naiknya Harga Bensin AS Pasca Serangan ke Aramco

Sementara itu, serangan ke Aramco dikabarkan telah mengganggu pasar minyak dunia hingga 5 persen. Harga minyak pada transaksi hari Senin ini (16/9) telah meningkat hingga 20 persen.

Para analis memprediksi, harga bensin di AS akan naik dalam beberapa hari ke depan. Harga bensin di AS akan naik lebih dari 10 persen dibanding transaksi pada hari Minggu (15/9). Harga rata-rata bensin di AS adalah 2,57 dolar per galon.

Meski demikian, para pengguna kendaraan di California, yang berjarak 13.000 km dari Saudi, akan menanggung beban lebih berat. Alasannya, kilang minyak di California tidak tersambung dengan negara bagian lain yang kaya minyak seperti Texas. Dengan demikian, California sangat bergantung kepada minyak impor. (af/alalam/fars/isna)

Baca Juga:

Soal Serangan Ansarullah ke Aramco, Para Pakar Meledek Tudingan Menlu AS terhadap Iran

Trump Bantah Statemennya Soal Perundingan dengan Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*