Illustrasi/foto kerajinantangantop.blogspot.com

Illustrasi/foto kerajinantangantop.blogspot.com

Ngawi, LiputanIslam.com – Warga Ngawi, Jawa Timur kini punya kesibukan tersendiri yang bisa menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah dalam sebulan. Kesibukan mereka adalah mengolah limbah koran bekas menjadi barang kerajinan rumah tangga cantik yang memiliki nilai jual tinggi.

Ide untuk mengolah limbah koran bekas tersebut mulanya tercetus dari Marhenes Putra Sukma Wibawa, warga Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, seperti dilansir dari ANTARA.

“Limbah koran tersebut saya jadikan bahan baku untuk membuat tempat tisu, tempat minuman gelas mineral, vas bunga, dan masih banyak lagi,” ujar Marhenes Putra Sukma Wibawa.

Marhenes mengaku telah menggeluti usahanya sejak beberapa tahun terakhir. Usahanya mengolah limbah koran itu berawal dari tempat tinggalnya yang dekat dengan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kabupaten Ngawi.

“Akibatnya, banyak sampah dan kertas koran di sekitar rumah. Dari situ saya berinisiatif untuk memberdayakan TPA sebagai potensi desa,” kata dia.

Hasilnya cukup menggembirakan. Dari kerajinan limbah koran tersebut Marhenes dan karyawannya mengumah barang yang tidak berguna menjadi barang yang memiliki fungsi dan nilai jual tinggi.

Barang-barang kerajinan tangan Marhenes dijual antara Rp 30 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Harga disesuikan dengan ukuran kerajinan dan tingkat kesulitan membuatnya. Ia mengakui bahwa Omzet yang dapat dikantonginya beserta karyawannya sekitar Rp 3 Juta Rupiah.

Ia tak kesulitan mencari sumber daya karena beberapa pekerjanya merupakan warga desa setempat yang tinggal di area TPA. Umumnya didominasi oleh kaum ibu-ibu yang mencari tambahan uang belanja.

Untuk pemasarannya, selain dijual di tingkat lokal, hasil kerajinan Marhenes dan karyawannya juga dipasarkan keluar Ngawi sesuai pesanan. Seperti ke wilayah Madiun, Magetan, Ponorogo, bahkan hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Pihaknya berharap ada dukungan dari pemerintah setempat untuk memfasilitasi pemasaran sehingga produk kerajinan daur ulangnya dapat berkembang lebih besar. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL