Sumber: muslimobsession.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Mantan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) angkat bicara terkait puisi Fadli Zon ‘Doa yang Tertukar’ yang menyindir doa KH Maimun Zubair  (Mbah Moen) beberapa waktu lalu. Menurut TGB, tak seharusnya dan tak patut doa seorang ulama dijadikan senjata politik atau puisi.

“Doa tidak untuk dipolemik, tidak untuk dipuisikan, tidak untuk diributkan,” katanya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (7/2).

TGB menegaskan bahwa Mbah Moen merupakan guru umat. Oleh karenanya, kesalahan ucap dalam doa itu tidak sepatutnya dijadikan tambahan amunisi untuk memecah belah warga satu sama lainnya. Menjadikan puisi doa ulama sama saja dengan memain-mainkannya, dan hal itu sangat tidak patut.

Terlebih lagi untuk mengetahui maksud dari doa seseorang, lanjutnya,  lebih baik mengonfirmasi langsung kepada yang memanjatkan doa. “Yang mengetahui maksud dari doa itu adalah yang berdoa. Kalau mau tahu maksud dari doa Kiai Maimun tanyalah kepada Kiai Maimun, jangan nanya kepada siapa-siapa,” ucapnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (1/2) lalu Mbah Moen dalam doanya sempat salah ucap, yakni menyebutkan Prabowo, padahal maksudnya Jokowi sebagai Presiden 2019-2024. Bahkan Mbah Moen sendiri sudah mengklarifikasi doa itu dan mengatakan bahwa yang ia doakan ialah Jokowi agar kembali terpilih menjadi pemimpin negara. (aw/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*