Sumber: twitter.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Pimpinan Pondok Pesantren Bani Zen Desa Tembong Kota Serang Banten, KH TB Hery Zen mengatakan bahwa santri hendaknya menjadi perekat persatuan bangsa, terutama menjelang Pemilu 2019 tahun politik sekarang ini. Para santri hendaklah jadi seperti paku yang mengikat dan menyatukan bangsa.

“Seorang santri di tengah masyarakat bagai paku yang berguna mengikat sejumlah benda. Akan tetapi, konsekuensinya sebuah paku harus rela untuk dipukul demi menyatukan benda-benda tersebut,” ucapnya seperti dilansir republika.co.id Jakarta, pada Minggu (10/2).

Menurutnya, menjadi santri harus kuat dan tangguh. “Untuk itulah santri di masyarakat harus rela dipaku sehingga wajar jika diterpa fitnah, ujian, dan cobaan. Santri harus menjadi paku yang kuat sebab paku yang bengkok sulit digunakan untuk menyatukan benda,” katanya.

Apalagi keadaan media sosial (medsos) pada tahun politik ini sangat memprihatinkan. Perbedaan pilihan politik kerap kali menimbulkan perpecahan dan konflik antarsesama sehingga diperlukan peran para santri yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Untuk itulah santri khususnya harus pandai-pandai menyaring informasi yang berasal dari media sosial. Tidak hanya itu santri tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kiai Zen mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif dan damai. “Pemilu nanti berjalan damai dan tidak ada masalah apapun karena ini adalah hajat bersama bangsa Indonesia,” tambahnya. (aw/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*