Sumber: nu.or.id

Jakarta, Liputanislam.com– Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan bahwa dunia saat ini menaruh harapan yang tinggi pada Indonesia, karena dinilai berhasil selamat dari konflik horizontal (konflik agama/sipil). Sebab, dunia Islam saat ini mulai dari Maroko sampai Bangladesh sedang menuju kegagalan sosial dan keruntuhan peradaban. Begitu juga dengan negara di Timur Tengah yang kesulitan memperbaiki negaranya.

“Tinggal Indonesia yang selamat dari kemelut ini. Tinggal Indonesia, satu-satunya. Itu sebabnya, sekarang seluruh dunia menengok dengan penuh harap kepada Indonesia. Kenapa Indonesia selamat? karena di Indonesia ada Nahdlatul Ulama (NU),” ucapnya di Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Jumat (30/11).

Menurutnya, banyak orang-orang dari luar negeri berkunjung ke PBNU bertujuan meminta penyelesaian masalah yang terjadi di negaranya. “Kiai Said Aqil, Pak Sekjen Helmy Faishal, beliau berdua ini sampai kehabisan waktu melayani orang-orang dari seluruh dunia yang datang ke sini, bertanya tentang cara mengatasi masalah,” ungkap Gus Yahya.

Kita tidak perlu menghiraukan umpatan orang-orang terhadap terminologi ‘Islam Nusantara’ yang digaungkan NU. Sebeb Islam Nusantara dibutuhkan dunia. “Jadi kalau sekarang di sini orang mencaci maki Islam Nusantara, saya sama sekali tidak susah dan tidak berkecil hati karena Islam Nusantara tidak bisa diapa-apakan lagi. Seluruh dunia sudah butuh, sudah settle, mau dicaci maki di mana pun juga orang butuh,” katanya.

“Mereka yang mencaci maki itu tidak punya tujuan apa-apa selain hanya untuk menyerang Nahdlatul Ulama. Kalau mereka bilang bingung, bilang gak paham itu mereka pura-pura saja. Sebenarnya mereka tahu, mereka paham, tetapi karena mereka butuh untuk menyerang Nahdlatul Ulama, mereka plesetkan, dibikin hoaks, dibikin definisi (sesuai keinginan) mereka sendiri, lalu dicaci maki mereka sendiri,” tandasnya. (ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*