MUhammad, messenger of godJakarta, LiputanIslam.com — Film Muhammad: The Messenger of God yang dibesut oleh sutradara ternama Iran, Majid Majidi, mendapat sambutan yang hangat ketika diputar dalam festival film internasional di Monreal, Kanada. Sebagian besar penonton adalah non-Muslim, dan sangat antusias untuk menyaksikan film Nabi Muhammad, yang terlihat dari tiket yang ludes.

Tak hanya penduduk Montreal yang terpikat pada film ini. Zuhairi Misrawi, yang mengikuti Konferensi Islam Internasional di Teheran, Iran, juga mengaku sangat terkesan dengan film Nabi Muhammad Saw. Melalui akun Twitter-nya @zuhairimisrawi, ia menuliskan reviewnya. Berikut rangkaian kultwitnya:

1. Perjalanan saya ke Iran kali ini, yang paling mengesankan adalah nonton film Muhammad: The Messenger of God yang disutradarai Madjid Majdi.

2. Film Muhammad: The Messenger of God adalah film termahal yang dibuat Iran, konon menghabiskan 40 juta dollar untuk film trilogi.

3. Film Muhammad: The Messenger of God yang saya tonton kemarin adalah film bagian pertama, yang mengisahkan kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad Saw.

4. Sebagai santri yang sejak kecil belajar tentang kehidupan Nabi, saya menonton film Muhammad: The Messenger of God dengan penuh kekaguman. Dahsyat.

5. Film Muhammad: The Messenger of God berhasil menjelaskan konteks kelahiran Nabi, baik konteks sosial maupun konteks keluarga Nabi.

6. Iran bertahun-bertahun serius menggarap film Muhammad: The Messenger of God dengan tujuan ingin menjelaskan pada dunia sosok dan ajarannya yang penuh rahmat.

7. Kekuatan film Muhammad: The Messenger of God pada substansi dan visual yang apik dan ciamik. Dialog-dialog yang menggetarkan. Membuat saya merinding.

8. Film Muhammad: The Messenger of God berhasil menggambarkan sosok Siti Aminah, ibunda Nabi yang mengandung dan merawat Nabi dengan penuh cinta.

9. Film Muhammad: The Messenger of God juga berhasil menggambarkan sosol Abdul Muthallib, kakek Nabi yang mengasuhnya dan mengajarinya merenung di Gua Hira.

10. Film Muhammad: The Messenger of God juga berhasil menggambarkan sosok Abu Thalib, paman Nabi yang mengasuhnya dengan cinta.

10. Puncaknya, film Muhammad: The Messenger of God dengan sangat menarik menggambarkan sosok Nabi di masa kecil.

11. Di film Muhammad: The Messenger of God ini, saat masih balita, ia diperlihatkan tangannya yang putih. Saya merinding melihatnya.

12. Di film Muhammad: The Messenger of God, sejak masih kanak-kanak, Nabi digambarkan sebagai pembela kaum lemah dan penebar cinta.

13. Di film Muhammad: The Messenger of God digambarkan detail hubungan Nabi dengan Halimatus Sakdiyah yang menyusuinya. Sosok perempuan miskin yang mengasuhnya.

14. Di film Muhammad: The Messenger of God, sejak masih balita, Nabi terbiasa hidup sederhana diasuh dan disusui oleh orang yang sangat miskin.

15. Di film Muhammad: The Messenger of God, selain Nabi ditempa kesederhanaan, kakek Nabi sengaja menitipkan ke Halimah karena Nabi sedang diincar pemuka Yahudi.

16. Di film Muhammad: The Messenger of God digambarkan sebenarnya Halimah air susunya sulit mengalir. Tapi saat menyusui Nabi Muhammad Saw, air susunya mengalir deras.

15. Di film Muhammad: The Messenger of God, saat Nabi diajak ibunya berkunjung ke Yatsrib merupakan momen menarik. Ini menggambarkan kenapa Nabi hijrah ke sana.

16. Film Muhammad: The Messenger of God juga berhasil menggambarkan bagaimana Abu Thalib memperkenalkan Nabi dengan komunitas Kristiani. Ini juga momen keren.

18. Bagi yang penasaran dengan film Muhammad: The Messenger of God berikut trailernya :)) https://youtu.be/2B98FBP6Vck

Dari informasi yang beredar, film Muhammad: The Messenger of God sedianya akan diputar di Indonesia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL