densusJakarta, LiputanIslam.com — Detasemen Khusus 88/Antiteror berhasil menggagalkan plot teror pengeboman dengan menangkap setidaknya delapan orang tersangka di sejumlah tempat.

Operasi penindakan pertama digelar pada Jumat (18/12) dengan TKP di Majenang, Kabupaten Cilacap sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu yang ditangkap ada dua orang, yaitu Ris alias Iw alias Za, yang lahir di Bukit tinggi, 9 November 1975 dan alamat asalnya Sijunjung, Sumbar dan kedua adalah Yud Sya alias Kho. Lahir di Ujung Pandang, 9 November 1986. Alamat asal di Wonorejo, Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Dari Majenang, Densus bergerak ke Purbaratu, Tasikmalaya pada Jumat pukul 16.05 WIB dimana kemudian ditangkap Zae dan As Ar.

Lalu apa sasaran pengeboman mereka?

“Berdasarkan keterangan awal mereka diakui bahwa mereka hendak melakukan perencanaan pembuatan bom dengan sasaran target orang-orang Syiah yang berada di Pekalongan, Bandung, Pekanbaru,” kata seorang sumber di Mabes Polri Minggu.

Seperti diberitakan menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti jaringan itu diduga memang hendak melakukan aksi pengeboman di sejumlah tempat di Indonesia.

Mereka merupakan pendukung ISIS dan ada yang simpatisan. Serta ada yang merupakan anggota Jamaah Islamiah.

Menurut Badrodin penangkapan mereka itu berdasarkan warning dari FBI dan Australia Federal Police. Tak ingin kedahuluan mereka beraksi, maka polisi menangkap mereka lebih dulu. (ba/Beritasatu.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL