Sumber: laraspostonline.com

Bengkulu, LiputanIslam.com– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengaku prihatin dengan banyaknya berita bohong atau haoks di media sosial (medsos). Bahkan dirinya sempat dituduh dengan isu Partai Komunis Indonesia (PKI), dengan memuat foto seolah dirinya sedang berada di samping DN Aidit (tokoh PKI) saat berpidato pada 1955.

“Tahun 1955, saya belum lahir. Saya belum lahir tapi kok saya sudah di dekat dia. Gambar-gambar seperti ini ribuan banyaknya. Waktu saya diberi tahu oleh anak saya, saya lihat di hape saya,” ucapnya Bengkulu, pada Jumat (15/2).

Menurut Presiden, gambar-gambar seperti itu yang sekarang ini banyak meresahkan. Banyak menyebabkan kita tidak cerah, dan isu-isu seperti ini terus digoreng menjelang bulan politik 2 bulan lagi. Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya dilahirkan pada tahun 1961, sementara PKI dibubarkan tahun 1965. Artinya, umurnya masih 4 tahun. “Ya kalau ada yang menuduh Presiden Jokowi itu PKI, berarti dulu ada PKI Balita,” ujarnya.

Bahkan isu PKI sampai menerpa keluarganya, orang tua dan kekek neneknya. “Dicek saja, masjid di dekat orang tua saya, cek. Masjid di dekat kakek nenek saya, cek. Gampang sekali.  Itu di Solo. Atau utusan Pak Rektor UMS untuk ngecek. Sangat mudah sekali sekarang ini,” tantangnya.

Sementara dalam kesempatan itu, ia didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menkominfo Rudiantara, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. (aw/setkab).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*