Sumber: artikel.rumah123.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon, Muhammad Majdi menanggapi hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konbes NU 2019 yang menetapkan bahwa membuang sampah plasik sembarangan adalah hukumnya haram. Menurutnya, sampah plastik dan bahayanya sudah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah.

“Keputusan tersebut dapat membuat kesadaran masyarakat agar lebih bijak menggunakan plastik yang dapat menyebabkan rusaknya lingkungan,” ucapnya, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Selasa (5/3).

Menurut Majdi, keputusan tersebut (haram membuang sampah plastik) penting sebagai upaya penyadaran terhadap masyarakat yang gemar membuang sampah plastik sembarangan. “Pemerintah dan lembaga manapun untuk sosialisasi kepada masyarakat. Kalau sudah sosialisasi, bisa dilakukan sanksi tegas,” ujarnya.

Pemerintah juga, lanjut dia, perlu menyediakan fasilitas yang memadai. “Pemerintah menyediakan tempat pengelolaan sampah di setiap blok atau desa, tempat sampah yang layak di setiap RT, dan menyediakan mobil keliling untuk mengolah sampah,” katanya.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa sampah plastik sulit terurai oleh tanah. Beberapa penelitian menyebutnya baru bisa terurai jika sudah berusia 200 hingga 400 tahun, bahkan ada juga yang menyebut 1.000 tahun. Oleh karena itu, NU melalui Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah menetapkan haram membuang sampah plastik sembarangan. (aw/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*