Acara anti syiah bata;

foto: Muslimedianews

Cirebon, LiputanIslam.com – Hingga hari ini, acara-acara yang bermuatan hate speech dan kental isu SARA masih marak dilakukan oleh sekelompok oknum di berbagai kota, termasuk Cirebon. Sabtu, 4 April 2015, bertempat di kota Cirebon, digelar acara yang bertajuk ‘Diskusi Ilmiah Memperkuat Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dari Noda Kesesatan’ di Islamic Center Masjid Raya At Taqwa, Cirebon. Hanya saja, menurut media online Kiblat.co.id, sesi deklarasi anti-Syiah ini akhirnya dibatalkan.

“Massa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendesak panitia untuk membatalkan acara tersebut,” demikian keterangan Kiblat.co.id.

“Sedianya di akhir acara itu akan dilakukan Deklarasi Anti Syiah oleh seluruh elemen umat Islam di Cirebon, namun akhirnya batal dilakukan,” tambahnya.

Menurut keterangan dari Muslimedianews, yang bersumber dari Cirebon Publisher, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Cirebon dari berbagai elemen seperti PCNU Kota dan Kabupaten, Cirebon, PC GP Ansor Kota dan Kabupaten Cirebon, Satkorcab Banser Kota dan Kabupaten Cirebon, IPNU Kota dan Kabupaten Cirebon, Muslimat NU Kota dan Kabupaten Cirebon, Fatayat NU Kota dan Kabupaten Cirebon, IPPNU Kota dan Kabupaten Cirebon, dan PMII Cirebon, juga bersiap menempuh jalur hukum atas pencatutan logo NU.

“Kami akan melakukan tindakan hukum kepada panitia karena telah merugikan Nahdlatul Ulama secara hukum dan etika,” ujar KH. Yusuf, SE, MM selaku Katib Suriyah PCNU Kota Cirebon.

“Pencantuman logo Nahdlatul Ulama dalam acara “Deklarasi Cirebon Menolak Syiah” atau “Diskusi Ilmiah Memperkuat Ahlusunnah Waljamaah dari Noda Kesesatan” adalah tindakan pencatutan yang illegal, karena tanpa kordinasi dan persetujuan Pengurus NU di semua tingkatan.”

Yusuf menambahkan,Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Cirebon sangat menentang upaya provokasi yang dengan mudah menyesatkan kelompok lain. Selain mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat Cirebon yang berbeda-beda, juga mengancam kebhinekaan masyarakat yang sudah hidup damai dalam keragaman.

”Maka dari itu sikap intoleran ini sangat mengancam keutuhan NKRI yang terdiri dari berbagai macam perbedaan suku, ras, agama dan golongan,” tambahnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada ummat Islam, khususnya warga NU, dan seluruh element lapisan masyarakat, agar tidak mudah terprovokasi terhadap upaya adu domba dan penyesatan kelompok tertentu.

“Masyarakat agar lebih jeli dan perlu waspada skenario besar konflik kelompok tertentu dari Timur Tengah yang hendak ditarik ke Indonesia yang akan mengganggu stabilitas sosial dan politik nasional. Pada akhirnya, Indonesia akan menjadi medan baru perang saudara antar ummat Islam sendiri,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta kepada aparat yang berwenang untuk mengantisipasi dan mengimbau untuk menghentikan acara tersebut karena dikhawatirkan akan menjadi legitimasi kelompok tertentu untuk melakukan tindak kekerasan atas nama agama. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL