Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Budayawan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Kali Opak Bantul Yogyakarta, KH M. Jadul Maula membantah pandangan Pakar Kajian Asia Ben Anderson yang mengatakan bahwa nasionalisme Indonesia mulai terbangun sejak adanya mesin cetak surat kabar pada awal abad 20. Menurut Kiai Maula, nasionalisme bangsa Indonesia sudah terbangun jauh sebelum itu.

Hal itu disampaikan Kiai Maula saat mengisi kuliah umum  yang mengangkat tema “Inspirasi Islam dan Kebangsaan dari Naskah Nusantara” di Fakultas Islam Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta, pada Jumat (8/2).

“Proto nasionalisme itu misalnya ketika Demak menyerang Portugis di Malaka. Sudah ada tradisi menjaga kesatuan,” ucapnya.

Menurut Kiai Maula, penyerangan Demak yang terjadi pada tahun 1511 itu membawa obor Majapahit dalam menyatukan Nusantara. Bahkan penyerangan ke Portugis itu dibantu oleh Palembang dan Cirebon.

penyatuan Nusantara itu, lanjut dia, dilakukan melalui perkawinan, jaringan keilmuan, dan naskah. Pasalnya, ia melihat naskah Hikayat Indrapura dan Bustanus Salatin juga terdapat di Buton. Naskah terakhir itu juga terdapat di Jawa dengan bentuk Macapat. “Kesatuan Nusantara dijahit oleh naskah. Jauh sebelum abad 20,” ujarnya.

Fakta-fakta tersebut menjadi bantahan terhadap pandangan para pakar Barat yang menyebut bahwa Indonesia produk abad 20, dengan menutup semua kajian dan ilmu yang sudah ada sejak dulu. Mereka yang beranggapan demikian menyebut semua yang dikatakan ini feodal, kedaerahan, dan egois. “Seolah-olah kita gak bisa bersatu kalau gak ada surat kabar,” tandasnya. (aw/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*