Sumber: setkab.go.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag), Enggartiasto Lukita mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga memakai batik. Menurutnya, kebanggaan terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa harus ditanamkan sejak dini. Oleh karenanya, Mendag mengajak masyarakat menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau bukan kita yang menghargai, siapa lagi yang menghargai,” ujar Enggartiasto beberapa saat sebelum Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, seperti dilansir setkab.go.id, pada Selasa (3/10).

Saat ini semakin banyak negara lain yang menggunakan batik, membuat batik semakin mendunia. Bahkan ada beberapa negara yang mengambil motif batik dengan modifikasi sesuai dengan negaranya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa kita sebagai pemilik budaya batik itu.

Sementara, hal senada juga disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN,  Sofyan Djalil yang mengatakan bahwa batik merupakan kerajinan budaya bangsa Indonesia yang dikerjakan dengan sepenuh hati. “Orang Inggris mengatakan the label of love, hasil karya cinta, menulis dengan hati, dengan perasaan. Dan itu tidak banyak barangkali masyarakat dunia yang seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Sofyan Djalil, batik itu mempunyai nilai artistik yang tinggi. Maka tidak heran jika almarhum Presiden Mandela langsung jatuh cinta setelah sekali melihat batik. “Harapan saya, semoga kita makin menghargai batik ini, terutama batik yang dikerjakan dengan keterlibatan tangan. Karena disitu barangkali cuma orang Indonesia yang bisa mengerjakan secara baik,” ucapnya.

Tim Komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit juga menuturkan batik merupakan identitas bangsa atau nation branding. Setiap batik mempunyai motif yang memuat filosofi kehidupan masyarakat Indonesia. “Ini nation branding, ini identitas kita, ini pemersatu kita, ini sebenarnya juga sumber ekonomi kita,” terangnya.(Ar/Setkab).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL