Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Malang, LiputanIslam.com –Puncak peringatan hari lahir Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-70, ditandai dengan pembentukan Laskar Anti-Narkoba, yang merupakan wujud komitmen dan keseriusan Muslimat NU untuk perang terhadap barag haram tersebut. Maraknya peredaran narkoba di Indonesia dewasa ini tentunya harus disikapi dengan cermat dan tepat oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dilansir oleh NU Online, 27 Maret 2016, ikrar Laskar Anti-Narkoba dipimpin oleh tiga perwakilan Pimpinan Wilayah Muslimat NU di antaranya Hj Masruroh Wahid (Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur), Hj Dinawati (Ketua PW Muslimat NU Provinsi Riau), dan Andi Majda (Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan). Turut mendampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa serta relawan anti-narkoba, Ivan “Slank”.

“Kami berikrar bersatu melawan narkoba, mendorong semua ibu agar keluarga bebas narkoba dan mendukung hukum berat bagi penyalahguna narkoba.”

Ikrar Laskar Anti-Narkoba yang diikuti oleh 50 ribu peserta ini tercatat memecahkan Rekor MURI (Musium Rekor-Dunia Indonesia).

KH Ma’ruf Amin Rais Aam PBNU ikut menandatangai Deklarasi Laskar Anti Narkoba bersama mantan Ketum PBNU KH Hasyim Muzadi, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Sekjen PBNU Helmy Faishal, dan Gubenur Jatim Soekarwo.

Ketum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saat ini yang harus diperangi adalah narkoba, kebodohan dan kemiskinan. “Untuk memerangi itu adalah dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,” tegasnya.

Ikrar Laskar Anti-Narkoba mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo yang turut hadir saat puncak acara. “Dengan deklarasi ini, merupakan sebuah reaksi yang sangat cepat bagi perubahan zaman dan ini sangat positif sebagai upaya memerangi narkoba,” ujarnya.

Jokowi memaparkan, bahaya narkotika saat ini kian tak terbendung dan kian masif, begitu juga dengan radikalisme. Karena itu, butuh komitmen bersama untuk menanggulanginya. “Setiap hari ada 30 sampai 50 anak-anak kita yang mati karena narkoba,” katanya.

Keluarga, menurut Jokowi, merupakan pertahanan pertama agar anak tidak terjerembab di lembah narkoba. Hal itu harus menjadi perhatian semua pihak. “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita untuk memahami budi pekerti dan sopan santun. Saya hargai, dalam hal ini, ibu-ibu Muslimat NU besar perannya bagi bangsa ini,” jelas Jokowi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL