Sumber: ngopibareng.id

Kota Banjar, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa manusia dan kemanusiaan harus tetap menjadi dimensi utama dalam pembangunan. Kemajuan teknologi revolusi industri 4.0 harus dikelola dan diarahkan seluruhnya untuk manusia. Bukan justru sebaliknya.

Hal itu disampaikan Kiai Said pada acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konbes NU 2019 di kompleks Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar, Jawa Barat (Jabar), pada Rabu (27/2).

“Tugas pemerintah adalah mengelola dampak positif revolusi digital, sekaligus mereduksi, mengantisipasi, dan merekayasa mudarat teknologi agar tidak mendehumanisasi pembangunan,” ucapnya.

Kiai Said mencontohkan negara Jepang yang telah membicarakan revolusi industri 4.0. Hasilnya, Jepang mendedikasikan capaian teknologi untuk melayani kemanusiaan. Begitu juga hendaknya Indonesia dengan segala kearifan lokalnya bisa menyambut peluang-peluang baru dalam gelombang revolusi industri 4.0. “Tanpa menimbulkan jurang ketimpangan sosial yang lebih dalam lagi,” ujarnya.

“Maka harus ditegaskan sampai kapanpun, hubbul wathon minal iman (Nasionalisme sebagian dari iman) harus diperkuat sebagai human center pembangunan Indonesia. Manusia harus hadir, tidak boleh hilang dengan kemajuan digital,” tandasnya. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*