Sumber: tempo.co

Jakarta, Liputanislam.com– Wakil Khatib Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, KH Nasrulloh Afandi mengatakan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada April 2019 mendatang harus disikapi dengan bijak. Menurutnya, kita boleh beda pilihan, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Jaga persaudaraan sebagai sesama muslim dan sesama bangsa Indonesia.

“Kita harus bijaksana, pilihan politik boleh beda -beda, karena hidup di negara demokrasi. Tetapi, ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan) dan ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan) harus dijaga hingga akhir hayat,” ucapnya pada acara i’tikaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, seperti dilansir NU Online, pada Senin (4/2).

Nasrulloh mengaku prihatin atas banyaknya kebohongan, ujaran kebencian, dan fitnah disetiap menjelang Pemilu. “Innalillahi rajiun, setiap jelang event politik, entah pileg, pilkada, pilgub, dan utamanya pilpres, terdapat ratusan hingga ribuan bahkan jutaan dosa-dosa disebarkan oleh elemen warga negara ini, tetapi anehnya meski melakukan dosa-dosa tersebut, mereka seperti menganggap dirinya tidak bersalah,” katanya.

“Ada hoaks (kaddab), ada menggunjing (ghibah), ada manuver adu domba (namimah), ada gerakan fitnah. Lalu ada saling melecehkan (istihza) sesama warga negara yang berbeda pilihan politik,” tambahnya.

Oleh karenanya, Nasrullah mengajak segenap masyarakat agar menghindari hal-hal seperti itu. Jangan hanya karena beda pilihan politik, persaudaraan kita jadi terkoyak. “Karena event politik hanya sesaat, sedangkan ukhuwah itu berlanjut hingga ke akhirat,” sambungnya. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*