Sumber: kompas.com

Surakarta, Liputanislam.com– Ratusan masyarakat Surakarta atau Solo menggelar Grebeg Sudiro pada Minggu (3/2) pukul 14.00 WIB di Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan Grebeg Sudiro merupakan salah satu kegiatan tahunan yang digelar menjelang Tahun Baru Imlek. Grebeg Sudiro merupakan bentuk keharmonisan antara umat beragama di Solo.

“Konsep tentang pembauran, kerukunan antar-etnis, harmonisasi dalam berkehidupan di masyarakat, kebinekaan itu indah, itu ingin kami angkat,” ucap Angga Indrawan selaku Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2019.

Nama Grebeg Sudiro diambil dari nama sebuah kelurahan bernama Sudiroprajan. Sebuah wilayah yang dikenal sebagai permukiman etnis Tionghoa sejak ratusan tahun yang lalu. Menurut Angga, kehidupan masyarakat Sudiroprajan saat ini memang sudah begitu menyatu. Golongan-golongan masyarakat berbeda tidak lagi mempertentangkan perbedaan yang mereka miliki.

“Ketika mendekati Imlek seperti sekarang ini, kalau mau masuk kampung Sudiroprajan itu warga pada pasang lampion, pasang dengan sendirinya,” ujarnya.

“Mereka menghias depan rumahnya dengan lampion, karena ini sudah penerimaan budaya, tidak masalah. Orang Jawa mau pasang lampion ya monggo enggak masalah,” tambahnya. (aw/kompas).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*