Sumber: dakwatuna.com

Kudus, Liputanislam.com– Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengatakan bahwa saat ini ada kelompok masyarakat atau ormas tertentu yang selalu mengembor-gemborkan umat Islam dipinggirkan, digencet (ditekan) dan dihalang-halangi dalam menjalankan ibadah. Mereka juga suka menuduh pemerintah melakukan kriminalisasi ulama. Padahal faktanya umat Islam tetap bebas menjalankan ibadah dan tidak ada kraminalisasi ulama. Bahkan menurut Gus Yusuf, tidak ada negara di dunia ini yang sebebas Indonesia dalam beragama.

Hal itu disampaikan Gus Yusuf pada acara Halaqoh Kebangsaan yang mengangkat tema “Merawat Tradisi menjaga NKRI” di Hotel Griptha Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (22/1).

“Ngaji bebas di mana-mana kaya gitu kok bilang digencet. Tidak ada negara yang dalam beragama sebebas di Indonesia. Rukun Islam semua difasilitasi di indonesia. Shalat tidak ada yang menghalangi. Mau pengajian bebas tanpa izin, cukup pemberitahuan saja,” katanya.

Gus Yusuf mengajak semua pihak agar membandingkan kebebasan menjalankan syariat agama di Indonesia dengan negara-negara lain di dunia. Sebagai contoh, di Indonesia umat Islam bisa mengadakan pengajian diberbagai tempat dan waktu. Sementara di negara lain seperti Arab Saudi di Turki tidak bisa ditemukan pengajian di jalan-jalan sebebas di Indonesia.

“Yang terdekat saja di Malaysia, khatib bisa naik mimbar Jumat harus ada sertifikat dari negara. Di Indonesia, siapa saja bisa, selama takmir masjidnya cocok bisa naik. Seperti ini masih bilang umat Islam tergencet. Katanya pemerintah anti Islam? Islam yang mana? ,” ujarnya.

Pemerintah sangat menjamin pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia. 800 ribu lebih masjid di Indonesia berdiri menjadikan Indonesia negara yang memiliki masjid terbanyak. Puasa, zakat dan haji juga difasilitasi oleh negara dengan baik. “Kalau ada orang mengatakan pemerintah anti Islam, tolong dilanjutkan, (pemerintah anti) Islam radikal,” tegasnya. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*