Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Lembaga Pendidikan  Ma’arif PBNU dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menyampaikan protes kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atas isi buku ajar siswa kelas V SD/MI yang menyebutkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi radikal. Sebab, selama ini NU dikenal sebagai ormas moderat, ramah, toleran, dan konsen pada isu-isu kebangsaan.

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Aswandi mengatakan bahwa buku yang diterbitkan Kemendikbud  tersebut dapat berpotensi memunculkan pandangan negatif terhadap NU. “Pemberian label radikal pada gerakan NU di buku SD/MI dikhawartirkan akan memunculkan ambiguitas dan ketidakpercayaan pelajar kepada NU,” ucapnya.

Sementara LP Ma’arif PBNU pada Rabu (6/2) langsung menemui pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan (Kemendikbud) di Gedung Kemendikbud Jakarta. Ketua LP Ma’arif PBNU H Arifin Junaidi mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan protes dan mengajukan tiga tuntutkan kepada Kemendikbud.

Alhamdulillah semua (tiga) tuntutan LP Ma’arif NU dipenuhi. Rapat LP Ma’arif NU PBNU dengan jajaran Kemendikbud, Rabu 6 Februari, jam 14.00-16.00 membahas protes keras buku ajar yang mencatumkan NU termasuk organisasi radikal,” katanya.

Tiga tuntutan LP Ma’arif PBNU tersebut ialah, Pertama, menarik buku tersebut dari peredaran dan menghentikan pencetakannya baik buku untuk murid maupun guru. Kedua, materi buku tersebut direvisi dengan melibatkan LP Ma’arif PBNU. Ketiga, dilakukan mitigasi untuk mencegah penulisan buku yang tidak sesuai fakta dan mendiskreditkan NU, dengan melibatkan LP Ma’arif PBNU. (aw/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*