kompas cetakJakarta, LiputanIslam.com — Pemerintah Indonesia membantah keras klaim pemerintah Arab Saudi yang menyebut bahwa Indonesia sebagai salah satu negara Islam yang mendukung pembentukan koalisi militer untuk memerangi terorisme. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan Indonesia tak pernah memberikan pernyataan dukungan dalam bentuk apapun terkait pembentukan koalisi tersebut.

Retno menceritakan, sejak Jumat hingga Senin malam, ia dihubungi berkali-kali via telepon oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jabier. Indonesia hendak diajak terlibat dalam pembentukan International Center for Countering Terorisme.

“Kalau mereka bilang mensupport, mensupport dari segi mana? Mereka berkali-kali menghubungi, dan memang begitu faktanya. Namun saya selalu tegaskan, bahwa Indonesia terlebih dahulu penjelasan modalitas, konsep, dan kerangka acuan inisiatif tersebut,” jelas Retno.

Sementara itu, Menlu Arab Saudi berjanji hanya akan memberikan penjelasan setelah koalisi itu terbentuk. Janji itu ditolak Retno. (Baca juga: Rusia Ragukan Tujuan Koalisi “Anti Terorisme” Yang Didengungkan Saudi)

Kepada Menlu Arab Saudi, Retno menjelaskan bahwa Indonesia telah memiliki Pusat Kerjasama Penegakan Hukum Jakarta (JCLEC). JCLEC memiliki pelatihan kontra-terorisme dan telah melatih lebih dari 18.000 polisi militer dari 70 negara.

“Mengapa Arab Saudi tidak menyinergikan saja inisiatifnya itu dengan badan yang sudah ada?”

“Ternyata yang dibentuk Arab Saudi adalah aliansi militer. Kalau seperti itu, malah semakin jauh dari posisi luar negeri kita yang bebas aktif. Indonesia tidak akan pernah terlibat dalam aliansi militer dengan negara lain. “

Retno menambahkan, kemungkinan pihaknya akan melayangkan protes terhadap klaim sepihak Arab Saudi tersebut. (ba/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL