Sumber: Oceana

LiputanIslam.com — Emisi karbon membuat laut lebih asam. Hal ini bisa berdampak pada pemusnahan 75% spesies laut seperti yang terjadi pada 66 juta tahun yang lalu. Bukti fosil dari peristiwa 66 juta tahun yang lalu telah terungkap.

Hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa dampak utama dari krisis iklim saat ini adalah bahwa laut kembali menjadi lebih asam, karena laut menyerap emisi karbon dari pembakaran batu bara, minyak dan gas. Para ilmuwan mengatakan hasil penelitian terbaru ini adalah peringatan bahwa umat manusia mempertaruhkan potensi “keruntuhan ekologis” di lautan. Padahal lautan telah menghasilkan setengah oksigen yang kita hirup.

Para peneliti menganalisis kerang kecil dalam sedimen yang diletakkan tak lama setelah sebuah meteorit raksasa menghantam Bumi, memusnahkan dinosaurus dan tiga perempat spesies laut. Analisis kimia terhadap cangkang kerang ini menunjukkan penurunan tajam pH laut pada abad tersebut.

Pada abad tersebut, laut asam akibat meteorit yang jatuh. Meteorit adalah bebatuan yang mengandung sulfat dan karbonat, menyebabkan asam sulfat dan asam karbonat di lautan. Kematian massal tanaman di darat setelah kejadian tersebut juga meningkatkan CO2 di atmosfer bumi.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pengasaman laut dapat memicu keruntuhan ekologis,” kata Michael Henehan di pusat penelitian GFZ Jerman untuk geosains di Potsdam. Ia memimpin penelitian tersebut. “Sebelumnya kami punya ide tersebut, tetapi kami tidak memiliki bukti empiris.”

Para peneliti menemukan bahwa pH turun 0,25 unit pH dalam 100-1.000 tahun setelah kejadian meteorit tersebut. Ada kemungkinan bahwa ada penurunan pH yang lebih besar dalam satu atau dua dekade setelah kejadian dan para ilmuwan sedang memeriksa sedimen lain bahkan dalam detail yang lebih halus.

“Jika 0,25 cukup untuk memicu kepunahan massal, kita harus khawatir,” lanjutnya.

Para peneliti memperkirakan bahwa pH laut akan turun 0,4 unit pH pada akhir abad ini jika emisi karbon tidak dihentikan, atau turun 0,15 unit jika kenaikan suhu global mencapai 2 derajat Celcius.

Baca juga: Dampak Pemanasan Global Bagi Laut dan Manusia

“Kita mungkin menganggap [pengasaman] sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan oleh cucu kita nanti. Tetapi jika itu benar-benar mencapai pengasaman yang sama seperti pada batas [kejadian meteorit], maka akan ada efek serius pada manusia.”

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

“Kita mengalami kerusakan total dari seluruh rantai makanan,” tambahnya.

Lautan juga menghadapi tekanan tambahan hari ini, yaitu dari pemanasan global, pencemaran laut yang meluas, penangkapan ikan secara besar-besaran, dan spesies asing invasif.

Penelitian ini memberikan peringatan lebih lanjut kepada kita bahwa perubahan global dalam kimia laut memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan yang sangat tidak kita inginkan dan tidak dapat dipulihkan secara efektif terhadap biologi laut. (Ay/Guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*