Sumber: Israel Defense

Amman,LiputanIslam.com—Militer Yordania telah menggelar latihan militer pada Jum’at (29/11) hari ini. Proses latihan dihadiri oleh Raja Abdullah II bersama dengan Perdana Menteri Omar Razzaz, dan para pejabat senior Yordania lainnya.

Menurut laporan beberapa sumber berita Yordania, latihan ini dilakukan untuk memperkuat militer Yordania dalam menghadapi kemungkinan adanya pertempuran dengan Israel. Yordania mensimulasikan manuver bertahanan apabila Israel memutuskan untuk menyerang.

Latihan simulasi dinamai Sword of Karama, sebuah nama yang mengingatkan kita kepada operasi militer Israel tahun 1968 saat menghadapi kelompok perlawanan Palestina, Fatah.

Menurut laporan Lembaga Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI), pada saat itu, Yordania bertempur bersama Fatah menghadapi Israel di dekat desa Karama.

Sebuah situs website Yordania, Rumonline, menyebut buruknya hubungan Israel-Yordania akhir-akhir ini.

“Mengingat buruknya hubungan dengan Israel dan nada keras yang dialamatkan terhadap Yordania, tampaknya kita akan melakukan pertempuran dingin dengan penjajah Israel dalam waktu dekat,” tulis website itu.

Baca: Ayatullah Sistani Minta Pengunjuk Rasa Irak Pisahkan Diri dari Perusuh

Awal bulan ini, Raja Abdullah II memutuskan berakhirnya jangka waktu sewa tanah kepada Israel, yang pernah disepakati seperempat abad lalu. Yordania tak memberikan izin kepada Israel untuk memperpanjang kontrak tanahnya, usai Netanyahu berjanji akan mencaplok lembah Yordan dan menjadikannya sebagai wilayah Israel.

Israel-Yordania telah menjalin hubungan diplomatik sejak dimulainya perjanjian damai pada 1994. Meski begitu, banyak warga Yordan yang kecewa dan menentang hubungan Amman-Tel Aviv. Akhir-akhir ini hubungan dua negara ini semakin dingin usai Yordania menarik dubesnya dari Israel.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*