Abubakar-Shekau

Abubakar Shekau

Gwoza, LiputanIslam.com — Setelah ISIS mendeklarasikan Khilafah Islamiyah di Irak, kini Boko Haram, komplotan teroris turunan Al-Qaeda di Nigeria, juga melakukan hal yang sama. Mereka mengklaim telah mendirikan khilafah di daerah timur laut Nigeria, kota Gwoza.

Dalam video berdurasi 52 menit yang dirilis, Abubakar Shekau, pemimpin Boko Haram berkata bahwa Khilafah di Gwoza telah didirikan, sejak mereka berhasil mengontrol kota itu pada awal bulan. Boko Haram, tambah Shekau, bertekad untuk bertahan di Gowza dan sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan kota tersebut.

Bagaimana tanggapan dari pemerintah Nigeria?

“Klaim mereka hanyalah omong kosong. Kedaulatan dan integritas teritorial wilayah Nigeria masih utuh, dan kini, operasi militer untuk mengamankan daerah itu dari bandit (Boko Haram-red) sedang berlangsung,” jelas Chris Olukolade, Menteri Pertahanan Nigeria, seperti dilansir Press TV, 25 Agustus 2014.

Sebelumnya, Shekau pernah menyatakan dukungannya kepada Abu Bakar al-Baghdadi, pemipin teroris transnasional Negara Islam Irak dan Suriah, yang mengklaim diri sebagai khalifah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Boko Haram telah beroperasi di Nigeria sejak tahun 2009, aktif melakukan berbagai aksi teror di Negara Benua Hitam tersebut. Sejak itu, lebih dari 10.000 orang dilaporkan tewas hingga kini. Bahkan pada bulan April lalu, kelompok ini juga menculik ratusan pelajar puteri. (Baca: Boko Haram dan Penculikan Pelajar Puteri)

Siapa yang mendanai kegiatan operasional Boko Haram?

Kurt Nimmo, analis Globalresearch.ca mengungkapkan laporan media Barat The Tribune, bahwa dana Boko Haram yang ternyata berasal dari Inggris dan Arab Saudi. Menurutnya, kelompok ini sengaja diciptakan untuk mendestabilkan Nigeria yang kaya akan gas alam, timah, bijih besi, batu bara, batu kapur, niobium, timah dan seng. Selain itu, Nigeria juga juga memiliki tanah yang subur. (Baca: Boko Haram, Bukan Sekedar Halal dan Haram)

China, lanjut Nimmo, memiliki hubungan yang baik dengan Nigeria, sehingga AS dan sekutunya berniat untuk mereduksi pengaruh China, dengan membuat kekacauan di kawasan. Hal ini akan berdampak bagi kelangsungan hubungan transaksional kedua negara, sehingga berpengaruh buruk bagi pertumbuhan ekonomi Negara Tirai Bambu tersebut. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL