Sumber: balipost.com

Bali, LiputanIslam.com– Warga Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Bali menggelar tradisi Ngejot pada perayaan hari raya lebaran. Tradisi Ngejot ialah tradisi membagikan makanan kepada tetangga baik sesama muslim maupun non-muslim. Tradisi Ngejot pada umumnya juga dilakukan pada perayaan hari-hari besar agama lain yang ada di Bali, seperti Hindu.

Seperti dilansir NU Online, pada Jumat (7/6), Tokoh Pemuda desa Pegayaman,  Ketut Muhammad Qosim mengatakan bahwa tradisi Ngejot merupakan hal yang sangat membantu dalam terciptanya kerukunan antar umat beragama di Bali. Persaudaraan antar warga terjalin sangat kuat.

“Warga Pegayaman tetap ngejot, membagikan makanan kepada tetangga yang non muslim. Begitu pula sebaliknya,  nanti di hari-hari besar Hindu, mereka juga mengantarkan makanan ke kita,” ucapnya.

Baca: Masyaraakat Pangkal Pinang Pertahankan Tradisi Bertandang Lebaran

“Terus terang walaupum kami di sini minoritas, tapi tidak ada masalah. Kami merasa bukan minoritas karena kami bersaudara dengan non Muslim,” tambah Qosim.

Menurutnya, dengan pemeluk agama apapun, kerukunan dan persaudraan harus tetap dijalin. “Selama tidak menyangkut masalah aqidah, semua bisa dilakukan dalam bingkai kebersamaan antar Muslim dan non Muslim,” ungkapnya. (aw/NU).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*