Sumber: nu.or.id

Pangkal Pinang, LiputanIslam.com– Masyarakat Pangkal Pinang Bangka Belitung hingga kini masih mempertahankan tradisi Bertandang saat lebaran. Menurut seorang warga bernama Saimi, tradisi Bertandang kepada kolega, keluarga, dan tetangga  di Pangkal Pinang sedikit berbeda dengan di daerah lain, yakni durasi bertandangnya yang bisa mencapai satu pekan.

“Bertandang di Pangkalpinang menjadi rutinitas tahunan di Idul Fitri dan bahkan sudah menjadi tradisi, di mana setiap warga membuka pintu rumah selama 24 jam bagi masyarakat yang ingin bertandang di hari kemenangan,” ucapnya di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada Kamis (6/6).

Warga yang lainnya bernama Riskiandri  mengatakan, kendati kehidupan di Kota Pangkal Pinang mengikuti perkembangan zaman, namun tradisi bertandang tidak lekang oleh waktu. Tradisi bertandang sudah tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat Pangkal Pinang.

Baca: Hari Raya Idul Fitri Momentum Rajut Kembali Persatuan

“Ini seolah sudah menjadi tradisi, bahkan sudah melekat di pikiran masyarakat bahwa saling bertandang sudah menjadi suatu keharusan sehingga ada rasa malu jika tidak membuka pintu rumah beberapa hari dalam Syawal,” katanya.

Sementara Paiman, warga perantauan yang sudah menetap di Pangkal Pinang mengaku pada awalnya dirinya merasa heran melihat berlebaran di Pulau Bangka begitu semarak. “Praktis setiap rumah warga selalu ramai didatangi warga lainnya dalam kegiatan bertandang, bahkan ruas jalan cukup ramai dilewati kendaraan berlalu lalang oleh warga pergi bertandang,” ungkapnya. (aw/republika/suara).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*