Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Waketum PBNU), Mohammad Ma’shum Machfoedz mengatakan bahwa di usia yang ke-74 tahun ini berbagai tantangan dan rintangan terus dihadapi bangsa Indonesia. Karena itu, dibutuhkan tekad bulat yang kuat dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian hal itu disampaikan Ma’shum Machfoedz saat menjadi pembina upacara peringatan HUT RI ke-74 tahun 2019 di halaman Gedung PBNU Jakarta, pada Sabtu (17/8).

“Satu tekad, yaitu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan RI dengan utamanya menjaga keutuhan bangsa dan Negara Republik Indonesia,” ucapnya.

Menurut Machfoedz, banyak tantangan yang terus dihadapi bangsa Indonesia hingga hari ini. Bahkan masih ada saja kelompok atau pihak tertentu yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi lain. Oleh karena itu, segenap anak bangsa harus bersama-sama dengan tekad bulat mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Meraih kemerdekaan bukanlah perkara mudah. Butuh ratusan tahun menggalang persatuan dan jutaan korban jiwa sampai akhirnya teks Proklamasi dibacakan oleh Presiden Soekarno di Jakarta pada 17 Agustus 1945,” ungkapnya.

“Setelah merdeka, kita menatap masa depan bangsa Indonesia, tentu dengan mengingat muasal kemerdekaan yang penuh tetes darah dan perjuangan itu,” tegasnya.

Baca: Presiden Jokowi Pimpin Upacara HUT RI ke-74 di Istana Merdeka

Mempertahankan NKRI adalah amanah para pendiri bangsa. “Ada satu catatan yang pantas selalu diingat bersama bahwa Indonesia ini merdeka atas jerih payah bangsa Indonesia, para pahlawan yang meneteskan darahnya dengan mengorbankan nyawa dan harta bendanya,” ujarnya.

“Berbicara NKRI Harga Mati tentu dengan segala model pembangunannya, dengan segala kesejahteraan yang dijanjikannya, dengan segala keadilan sosial dan kemanusiaan yang dibangun oleh bangsa ini, untuk kesejahteraan dan kebangsaan ini yang adil dan makmur, baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur,” tandas Machfoedz. (aw/NU/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*