Sumber: Presstv

Ankara,LiputanIslam.com—Pemerintah Turki masih mengklaim keberadaan kelompok militan Kurdi atau yang biasa disebut dengan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) di beberapa wilayah Suriah utara meski Turki-Rusia telah sepakat untuk menghentikan operasi militernya di daerah itu.

Pada 22 Oktober lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menandatangani MoU di Sochi, Rusia, yang berisi maklumat terhadap semua anggota YPG agar segera meninggalkan wilayah perbatasan Turki-Suriah sejauh 30 km dalam waktu 150 jam.

Menjelang berakhirnya tenggat waktu pada pukul 6.00 sore hari ini, Ankara dan Moskow akan menggelar patroli bersama di sekitar wilayah yang ditentukan.

“Tampaknya Organisasi YPG masih berada di wilayah Operasi Militer Turki,” ucap Menhan Turki, Hulusi Akar, kepada koran Sabah pada Selasa (29/10).

Akar menyebut keberadaan sekitar 1.000 anggota YPG di perbatasan kota Manbij dan lebih dari 1.000 lainnya di dekat Tel Rifat.

“Pertempuran melawan terorisme masih belum berakhir. Kami telah menyadari ini,” ujarnya.

Baca: Turki Meradang! Liga Arab Sebut Operasi Militer Turki di Suriah Sebagai Invasi

YPG adalah sayap milit Partai Persatuan Demokratik Kurdi Suriah (PYD). Seperti diketahui, PYD adalah tulang punggung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) sebuah perkumpulan orang-orang militan Kurdi yang anti pemerintah Damaskus dan mendukung eksistensi Amerika di Suriah. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*